
Bisnis.com, JAKARTA - Langkah sejumlah bank melakukan praktik plafondering dalam penyelesaian kredit bermasalah membawa kekhawatiran serius. Praktik ekspansi kredit 'fiktif' itu pada akhirnya dapat mempengaruhi perekonomian nasional.
Plafondering adalah praktik penyelesaian kredit bermasalah dengan menggabungkan bunga dan denda ke dalam kredit baru. Dengan pembukuan baru ini, maka buku bank terlihat seolah-olah bersih dari kredit macet dan terjadi ekspansi kredit baru lebih besar.
Kekhawatiran meluasnya praktik plafondering menjadi sajian Bisnis Indonesia edisi 13 April 1992. Laporan utama itu terbit dengan tajuk 'Plafondering Bisa Pengaruhi Ekonomi Negara'.
Saat itu, dua mantan pejabat Bank Indonesia, Rijanto dan Marjanto Danoesaputro, yang ditemui Bisnis secara terpisah di Jakarta, seperti dilansir dalam edisi 29 tahun lalu.
Para mantan pejabat bank sentral itu menyebutkan gejala plafondering yang melanda dunia perbankan nasional belakangan ini cukup serius. Kondisi mengakali kredit bermasalah ini dapat mengancam perekonomian Indonesia jika tidak ditangani oleh otoritas moneter.
"Dalam kaitan pembinaan dan pengawasan perbankan, BI berwenang untuk melarang perbankan yang pada portofolio pinjamannya mengandung unsur plafondering," tegas Rijanto.
"bisnis" - Google Berita
April 13, 2021 at 03:45PM
https://ift.tt/3tflICE
Historia Bisnis: Warning Praktik Plafondering di Perbankan - Bisnis.com
"bisnis" - Google Berita
https://ift.tt/2ZX4j67
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Historia Bisnis: Warning Praktik Plafondering di Perbankan - Bisnis.com"
Post a Comment